{"id":91,"date":"2026-01-27T16:35:48","date_gmt":"2026-01-27T16:35:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.nagarinariyahpasialaweh.id\/?p=91"},"modified":"2026-01-28T11:30:39","modified_gmt":"2026-01-28T11:30:39","slug":"lubuk-paranggai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.nagarinariyahpasialaweh.id\/?p=91","title":{"rendered":"Lubuk Paranggai"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Lubuk Paranggai<\/strong> adalah nadi indah yang mengalir tenang di jantung Palupuah. Ia bukan sekadar bentang alam, melainkan ruang hidup, tempat air, manusia, dan cerita saling berkelindan. Di sinilah keseharian masyarakat bertaut dalam irama yang guyub: saling menyapa, saling menolong, dan menjaga alam sebagai bagian dari keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p>Warga Lubuk Paranggai dikenal ramah dan terbuka. Senyum bukan basa-basi, melainkan etika sosial yang hidup. Tradisi gotong royong masih bekerja sebagai sistem sosial yang efektif, dari urusan adat hingga perawatan lingkungan. Pemudanya pun tampil sebagai generasi yang keren, kreatif, peduli, dan berani berinisiatif. Mereka aktif merawat ruang publik, menggerakkan kegiatan sosial-budaya, dan membuka kemungkinan baru bagi kampungnya tanpa melepaskan akar nilai.<\/p>\n\n\n\n<p>Keunggulan alam Lubuk Paranggai memperkaya kehidupan itu. Di sekitar aliran air yang jernih, terdapat <strong>sumber pemandian air panas<\/strong>, hadiah geotermal yang memberi manfaat kesehatan sekaligus potensi wisata berbasis alam. Lanskapnya menenangkan, udaranya sejuk, dan suasananya menghadirkan jeda dari hiruk-pikuk. Potensi ini, bila dikelola berkelanjutan, dapat menjadi simpul ekonomi lokal yang adil dan lestari.<\/p>\n\n\n\n<p>Singkatnya, Lubuk Paranggai adalah harmoni, alam yang memeluk manusia, manusia yang merawat alam. Sebuah jantung Palupuah yang berdetak pelan, hangat, dan penuh harapan. (@zackystria)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dhevin Akbar Fajri<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":94,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-91","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pariwisata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.nagarinariyahpasialaweh.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.nagarinariyahpasialaweh.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.nagarinariyahpasialaweh.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nagarinariyahpasialaweh.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nagarinariyahpasialaweh.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=91"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.nagarinariyahpasialaweh.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nagarinariyahpasialaweh.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/94"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.nagarinariyahpasialaweh.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=91"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nagarinariyahpasialaweh.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=91"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nagarinariyahpasialaweh.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=91"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}